Lolos ke babak final Piala Dunia merupakan prestasi tertinggi Spanyol sejak pertama kali ikut turnamen ini tahun 1934 lampau. Tak heran, warga Spanyol meluapkan kegembiraan mereka setelah menundukkan Jerman 1-0. Selangkah lagi, "La Furia Roja" menggapai gelar juara.
Pertandingan telah selesai! Kita lolos ke final Piala Dunia! Ini bersejarah, sangat menggembirakan!” teriak seorang komentator dari saluran televisi La Cuatro setelah peluit akhir ditiup. Ungkapan serupa juga dilukiskan harian Madrid ABC di situsnya, ”Ini bukan mimpi, Spanyol di final!”
Euforia kegembiraan masyarakat Spanyol tergambar di Madrid, Kamis (8/7), ketika suasana malam yang hening tiba-tiba diledakkan oleh hiruk-pikuk penggemar sepak bola saat Carles Puyol berhasil menyundul Jabulani dan menjebol gawang Jerman yang dijaga Manuel Neuer.
Masyarakat pun kemudian tumpah ruah ke jalanan, mobil-mobil seperti melenggang di jalanan Madrid sambil membunyikan klakson bersahut-sahutan.
Bendera Spanyol langsung tampak berkibar di jendela-jendela rumah warga dan para penghuni di dalamnya turut berteriak kegirangan.
Tak kalah meriah dengan atmosfer di Afrika selatan, terompet vuvuzela juga terdengar di Spanyol dengan jelas, melengking di sepanjang jalan, di mana para penggemar bola berjalan-jalan dengan balutan kostum merah dan emas. Mereka menyanyikan ”Yo Soy Espanol” (Aku orang Spanyol) dan ”Viva Espana”.
Ribuan penggemar seolah-olah mengalami ekstase. Mereka bernyanyi sambil mengibarkan bendera di luar Stadion Real Madrid, Bernabeu. Bernabeu menjadi pusat kerumunan warga Spanyol. Di situlah ribuan warga menyaksikan pertandingan melalui layar raksasa.
”Mereka bermain sebagai tim yang memang pantas menang sejak menit pertama bertanding. Mereka semua bermain bagus,” kata Ignacio setelah menonton pertandingan di sebuah bar di ibu kota Spanyol.
Untuk merayakan kemenangan Spanyol yang membawa ke pertandingan final dengan Belanda, Minggu (11/7) mendatang, serombongan warga Spanyol di jalan berteriak-teriak ”Ya, ya, ya, tahun ini, ya! Aku Spanyol, Spanyol, Spanyol!” ujar mereka.
Sebagian orang juga mengelu-elukan Paul, gurita dari Jerman, yang kini menjadi selebritis internasional. Hewan ini mampu meramal seluruh pertandingan Jerman dengan ketepatan ramalan 100 persen. Pada laga semifinal, Paul memprediksi Jerman kalah dan Spanyol menang dan demikian pula kenyataan yang terjadi.
Carles Puyol menjadi penentu Spanyol melenggang ke babak puncak Piala Dunia 2010. Bek tengah Barcelona itu menyongsong tendangan pojok Xavi Hernandez dengan sundulan dari jarak sekitar 9 meter sehingga bola masuk ke gawang Jerman, pada laga semifinal di Stadion Moses Mabhida, Durban, Afrika Selatan.
Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque mengatakan, seluruh pemain Spanyol luar biasa, tetapi mereka masih harus melalui satu pertandingan lagi. Kami tak akan buta dengan kesuksesan ini. Kami menikmati ini dan besok kami mulai bersiap-siap untuk menghadapi final,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Jerman Joachim Loew mengucapkan selamat kepada Spanyol. Loew bahkan memuji tim Negeri Matador sebagai tim yang layak menang.
”Saya percaya bahwa mereka akan menjadi juara dunia. Mereka adalah tim yang terbaik dalam dua hingga tiga tahun terakhir,” ujarnya.
Sebelumnya, Belanda juga mencapai final setelah mengalahkan Uruguay 3-2 di Stadion Green Point, Cape Town,
Rabu, (7/7). Oleh karena itu, Spanyol dipastikan menghadapi Belanda pada laga final di Stadion Soccer City, Johannesburg, Minggu (11/7) mendatang.
Dengan bertemunya Spanyol dan Belanda di babak final, akan muncul juara dunia baru di Piala Dunia 2010. Sebelumnya, baik Spanyol maupun Belanda belum pernah menyandang gelar juara dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar