Sabtu, 10 Juli 2010

Spanyol Kurang Menusuk!

Striker Spanyol, David Villa.

POTCHEFSTROOM, — Spanyol hampir selalu tampil dominan pada setiap pertandingan Piala Dunia 2010 karena Xavi Hernandez dan kawan-kawan selalu memegang kendali permainan. Meskipun demikian, para jugador "El Matador" sangat kesulitan menjebol gawang lawan. Buktinya, kemenangan Spanyol dalam lima dari enam pertandingan hanya dengan selisih satu gol.

Inilah yang menjadi perhatian Pelatih Vicente del Bosque. Sang entrenador berharap, ketika melawan Belanda pada partai final di Stadion Soccer City, Johannesburg, Minggu (11/7/2010) malam, para pemainnya lebih buas lagi sehingga bisa memaksimalkan setiap kesempatan mencetak gol yang dimiliki. Namun, dia juga berpesan, Carles Puyol dkk tetap yakin dengan konsep permainan mereka.

"Mungkin kami kurang langsung menusuk ke depan gawang, tetapi itu hal yang paling sulit di sepak bola," ujar Del Bosque dalam percakapan internet dengan situs harian El Pais (www.elpais.com).

"Kuncinya adalah tetap menjaga dan yakin dengan konsep permainan kami, serta organisasi kami yang solid," tambah mantan pelatih Real Madrid ini.

"Di luar dari organisasi itu, kualitas individu para pemain kami yang menentukan."

Memang, dengan performa Fernando Torres yang baru sembuh dari operasi lutut sebelum tampil di Afrika Selatan, Spanyol hanya mengandalkan David Villa sebagai penjebol gawang lawan. Beruntung, striker Barcelona ini mampu memikul beban itu, yang dibuktikan dengan torehan lima gol dari total tujuh gol Spanyol pada Piala Dunia 2010.

Ketika melawan Jerman pada semifinal, Rabu (7/7/2010), Del Bosque membuat sedikit perubahan, Torres diganti Pedro, yang tak mengira akan jadi starter. Ternyata, keputusan Del Bosque ini memberikan efek positif karena Pedro membuat bek Philipp Lahm tak leluasa membantu penyerangan. Kapten Jerman itu harus fokus mengawasi pergerakan Pedro di sayap kanan.

Oleh karena itulah, Del Bosque mengatakan bahwa komposisi timnya pada final nanti tak banyak perubahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar