Kamis, 01 Juli 2010

Tim Inggris Pulang dengan Murung

Suporter Inggris meninggalkan kursi yang dipakai melihat pertandingan Inggris melawan Jerman di layar raksasa di Lapangan Sepak Bola di Glastonbury, Minggu (27/6). Kursi itu ditinggalkan setelah Inggris kalah menyakitkan 1-4 dari Jerman di Piala Dunia.

Tim nasional Inggris yang murung kembali ke tanah air dan sampai di London, Selasa (29/6) pukul 06.20 waktu setempat. Para pemain yang sebagian besar mengenakan kostum resmi Inggris tampak lelah saat menunggu kendaraan penjemput.

Mereka naik pesawat bersama David Beckham, yang tidak bisa bermain karena cedera. Mereka juga didampingi para istri, kekasih, dan anak-anak mereka. Mereka sudah ditunggu publik yang tiba-tiba menjadi musuh dan juga media massa di Inggris yang mengikuti sepak terjang tim kesayangan di Afrika Selatan.

Para pemain tim Inggris berjalan dalam diam, menghindari serbuan publik. Beckham terlihat memimpin ”pasukan”.

Seperti diketahui, tim Inggris langsung berbenah dan siap pulang setelah kekalahan yang menyakitkan saat melawan Jerman. Inggris dibantai 4-1 dan ini adalah kekalahan terburuk sepanjang sejarah.

Beberapa pemain favorit sedikit menyunggingkan senyum, tetapi hanya sebentar. Setelah itu mereka lenyap dan tidak menoleh lagi. Namun, berita di surat kabar Selasa sudah menanti mereka. Harian Sun menulis, ”Cuaca cerah terlihat di sejumlah wilayah. Namun, kesedihan menyelimuti Heathrow sejak hanyut dari Afrika Selatan”.

Manajer tim nasional Inggris, Fabio Capello, yang dikontrak sejak Januari 2008, lebih banyak diam saat menjejakkan kaki di London. Padahal, sejumlah kru televisi sudah menantinya.

Capello memilih diam setelah menggelar jumpa pers di Afrika Selatan bahwa ia telah berdiskusi dengan FA Inggris, Dave Richards. ”Saya masih punya waktu untuk memutuskan,” katanya.

Menunggu

Capello masih menunggu keputusan asosiasi sepak bola mengenai nasibnya. Pelatih asal Italia ini harus menunggu dua pekan untuk sebuah keputusan yang menentukan keberadaannya di Inggris. Kontraknya masih berlaku hingga tahun 2012.

Di dalam kontrak awal dengan Capello disebutkan, FA bisa mengakhiri hubungan dengannya setelah turnamen ini tanpa harus membayar denda. Capello juga dapat memilih untuk pergi. Namun, klausul ini dihapus sebelum Piala Dunia menyusul adanya konflik kepentingan di klub Inter Milan untuk menyelamatkan pelatihnya. Jadi, jika Capello dipecat, FA harus membayar denda sebanyak-banyaknya 12 juta poundsterling.

Inggris belum pernah memenangi Piala Dunia lagi sejak meraih titel satu-satunya pada tahun 1966. Wajar jika publik Inggris berharap setidaknya timnya bisa melaju sampai perempat final. Kegagalan Inggris di babak 16 besar melawan Jerman kembali mematahkan harapan untuk memenangi turnamen utama sejak tim yang dipimpin kapten Bobby Moore melibas Jerman Barat pada final tahun 1966.

Inggris ternyata gagal. Oleh harian Sun, empat negara dijuluki EASY: England, Algeria, Slovenia, Yankee-United State.

Di Inggris, para pendukung tim nasional saling melempar humor gelap untuk pelipur lara. Canda itu beredar dari satu surat elektronik ke surat elektronik lain. ”Apa perbedaan antara Cinderella dan tim sepak bola Inggris? Cinderella ingin mendapatkan bola,” tulis seseorang.

”Saya tidak percaya kita hanya bisa menahan imbang tim yang seharusnya mudah dikalahkan. Saya malu untuk menyebut diri saya orang Aljazair,” tulis yang lainnya. Sungguh perih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar