Sabtu, 10 Juli 2010

Wah.... Blatter Tetap Bela Jabulani

Jabulani.

JOHANNESBURG, - Sejak pertama kali diluncurkan pada Desember tahun lalu, bola resmi Piala Dunia 2010, Jabulani, hampir tak pernah berhenti menuai kritikan. Banyak yang menilai, bola yang diklaim Adidas sebagai bola terbundar yang pernah diproduksi itu adalah produk gagal.

Bahkan badan antariksa Amerika Serikat, NASA, sampai turun tangan untuk melakukan penelitian perihal 'keliaran' Jabulani. Tak hanya NASA, mantan pemain Liverpool Craig Johnston, juga mengirim surat sebanyak 12 lembar yang ditujukan kepada Presiden FIFA Sepp Blatter.

Isinya? Lagi-lagi mengritik si Jabulani. Dalam suratnya, Johnston secara terang-terangan menyebut Jabulani sebagai penyumbang kesalahan terbesar sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia.

Meski terus-terusan mendapat kecaman publik, Blatter tetap pada sikap awalnya, yang membela Jabulani. Blatter menyebut, Jabulani bukanlah pihak yang harus menanggung kesalahan atau pun kegagalan pemain dalam mencetak gol.

Blatter mengatakan, banyak tim yang mengikuti Piala Dunia 2010 berhasil menjinakkan 'keliaran' Jabulani. Ia pun merujuk pada tiga negara Eropa yang berhasil menembus semifinal, yakni Spanyol, Jerman dan Belanda.

"Kami mendengarkan semua keluhan tentang Jabulani, tapi ini adalah bola yang bagus," kata Blatter pada stasiun televisi Australia SBS.

"Jabulani adalah bola bagus, dan mereka yang menggunakan bola ini dan memainkannya di atas tanah, berhasil mendapat kesuksesan," tambahnya.

"Selama Anda memainkan bola di atas tanah, seperti Jerman, Spanyol dan juga Belanda, Anda bisa mengendalikan Jabulani. Namun bila Anda memainkannya dengan gaya kick and rush, tentu sulit untuk mengendalikan bola ini," tutup Blatter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar