Sabtu, 10 Juli 2010

Belanda Geger, Cruyff Dukung Spanyol

Mantan pemain Belanda, Johan Cruyff.

JOHANNESBRUG, — Publik Belanda dibuat geger setelah legenda mereka, Johan Cruyff, ternyata lebih menjagokan Spanyol di final Piala Dunia. Cruyff mengaku kurang menyukai gaya sepak bola pragmatis yang diterapkan tim "Oranye" sehingga ia lebih mendukung sepak bola indah ala Spanyol.

Cruyff, yang merupakan simbol dari total football, dikenal dekat dengan tim "Matador" karena pernah melatih Barcelona. Ia selalu memuji sepak bola indah yang diperagakan David Villa dan kawan-kawan.

"Saya orang Belanda, tapi saya akan selalu membela gaya bermain Spanyol. Jika Anda bermain sepak bola menyerang seperti yang dilakukan Spanyol, Anda akan memiliki peluang besar untuk menang. Dan, jika Anda bermain dengan serangan balik melawan tim seperti itu, Anda akan menderita," kata Cruyff.

"Faktanya adalah jika Anda bermain seperti itu melawan Spanyol, mereka akan membunuh Anda dan Belanda tahu mereka akan berhadapan dengan tim terbaik di dunia," sebut Cruyff.

"Ketika melihat Spanyol, Anda akan melihat Barcelona. Anda melihat Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets, dan Pedro di lini tengah. Mereka selalu menginginkan bola dan mereka akan melakukan tekanan besar untuk merebut bola kembali. Ini adalah pertandingan di mana Spanyol harus kalah, tapi saya akan tetap menikmatinya jika mereka yang menang," lanjut Cruyff.

Gaya sepak bola tiki-taka Spanyol berbeda drastis dengan sepak bola pragmatis ala Belanda. Spanyol akan lama-lama memainkan bola dengan umpan-umpan pendeknya, sedangkan Belanda akan menunggu tim "Matador" membuat kesalahan dan melumpuhkan mereka melalui serangan balik yang cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar