Carles Puyol, yang mencetak gol tunggal Spanyol ke gawang Jerman di semifinal Piala Dunia 2010.
POTCHEFSTROOM, — Bek Carles Puyol berpendapat, pertandingan final melawan Belanda, Minggu (11/7/2010), akan menjadi laga yang sangat menarik. Kedua tim memiliki pemain bertalenta dan gaya permainan istimewa.
Akhir pekan ini, Stadion Soccer City akan menjadi panggung bagi keduanya untuk meraih gelar juara dunia kali pertama. Sejak ikut serta pada Piala Dunia pada 1934 silam, hasil terbaik yang dicapai "Netherland" hanyalah finalis pada 1974 dan 1978. Adapun "Matador" yang telah tampil sebanyak 13 kali di ajang ini baru kali ini bisa menggapai final.
Pada Piala Dunia kali ini, keduanya tampil sangat impresif. Meski sempat dikalahkan Swiss pada laga perdana, Iker Casillas cs tak terkalahkan. Hal itu terlebih ketika gaya "tiki-taka" yang diperagakan "La Furia Roja" semakin ampuh. Buktinya, mereka mampu menggulingkan "Der Panzer" 1-0 pada babak semifinal.
Sementara itu, "Flying The Ducthmen" tampil sempurna. Meskipun di bawah kepelatihan Bert van Marwijk "total football" mulai luntur, Belanda tetap tampil impresif karena berhasil memenangi semua pertandingan.
"Kedua tim tampil bagus. Keduanya juga memiliki pemain-pemain sangat bertalenta. Kami menjadi favorit pada awal turnamen. Ketika kami kalah pada pertandingan pertama, itu terlihat seperti bencana," ucap Puyol.
"Kami tidak bermain buruk. Kami lolos pada babak pertama dan kepercayaaan pun tumbuh. Rabu (7/7/2010), saat melawan Jerman, kami tampil dalam permainan terbaik. Kami bisa mencapai ke final dengan keinginan dan rasa hormat. Kedua tim dapat mempertontonkan final yang merarik. Kedunya pantas berada di sana," ucap bek Barcelona itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar