Senin, 12 Juli 2010

Kado Perpisahan Termanis dari Puyol

Gol semata wayang Carles Puyol ke gawang Jerman merupakan kado perpisahan termanis yang dipersembahkan untuk ”La Furia Roja”. Puyol, yang berencana pensiun dari tim nasional Spanyol setelah Piala Dunia 2010, mengantar pasukan dari Semenanjung Iberia itu ke final. Persembahan terindah Puyol itu merupakan gol ketiga yang dicetaknya selama 89 kali tampil membela ”Si Merah Hebat”.

Mereka akan menantang serdadu lapangan hijau dari Negeri Kincir Angin, Belanda, di Stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan, Senin (12/7) dini hari WIB.

Bek tengah tangguh itu menjadi pahlawan Spanyol setelah menyundul bola tendangan pojok Xavi Hernandez pada menit ke-73. Bek dengan tinggi 1,78 meter yang jago melompat tinggi itu menyundul bola dengan keras dan meluncur ke pojok tiang jauh sehingga tidak bisa ditepis oleh kiper Jerman, Manuel Neuer.

Mencetak gol ke gawang Jerman bukan perkara mudah. Mereka memiliki pemain bertahan yang tangguh dengan postur besar. Namun, bek berambut keriwil panjang itu mampu memanfaatkan celah sempit yang luput dari pengamanan.

”Carles melakukannya dengan sangat baik sejak pertandingan ini ditentukan oleh detail-detail terkecil,” ujar bek kiri Spanyol, Joan Capdevilla.

Puyol bukan hanya mencetak gol, tetapi ia juga mengamankan keunggulan dari ancaman para pemain Jerman yang berusaha menjebol gawang Iker Casillas. Pemain bertahan klub Barcelona itu menjadi tembok kokoh yang mementalkan bola-bola terobosan Jerman.

Umur boleh tidak muda lagi, Puyol sudah menginjak 32 tahun, tetapi perpaduan bakat dan pengalaman menjadikannya sebagai pemain matang, tenang, dan tak mudah panik saat berada dalam tekanan. Pengalaman itu yang membuat dirinya lihai membaca pergerakan lawan dan dengan efektif memotong aliran bola.

”Setelah segala yang dia berikan kepada tim nasional, dia layak mencetak gol seperti itu. Perjalanan yang ia persembahkan menuju ke sini sungguh mengagumkan, dan hadiah apa yang lebih dibandingkan membawa kami ke final,” ujar Capdevilla.

Setelah kemenangan itu, seperti laga-laga sebelumnya, Puyol memilih diam dan meninggalkan rekan-rekan setimnya untuk melakukan wawancara dengan pers. Kebisuan menjadi ciri khas pemain yang teguh memegang prinsip kerja keras itu.

”Mari berdoa supaya dia mencetak gol lagi dan memberi kami kemenangan yang lain,” ujar David Villa.

Puyol mengawali mimpinya menjadi pemain bola profesional sejak masa kanak-kanak di La Pobla de Segur, sebuah kota kecil berjarak sekitar 250 kilometer dari Barcelona. Ia mulai bermain di posisi kiper sebelum mengalami cedera pundak. Puyol kecil tak putus asa, ia mulai berlatih menjadi penyerang. Setelah direkrut oleh akademi Barcelona pada 1994, ia bermain di lapangan tengah. Baru pada 1996 ia dipasang di bek kanan sebelum menjadi tembok kokoh di depan gawang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar