Bek Spanyol, Carles Puyol.
LONDON, — Mantan arsitek Inggris, Terry Venables, menilai Carles Puyol merupakan titik terlemah Spanyol di final Piala Dunia. Menurutnya, Puyol yang telah berusia 32 tahun terlalu sering memainkan bola di daerahnya dan hal ini bisa dimanfaatkan oleh Belanda.
Puyol yang merupakan pahlawan Spanyol di semifinal terlalu berani mengendalikan bola di zona pertahanan tim "Matador". Ia kerap kali melakukan gerakan-gerakan untuk mengecoh striker lawan.
"Tak perlu diragukan lagi bahwa Carles Puyol adalah pemain yang hebat. Tapi saat ini, pemain Barcelona itu sudah 32 tahun, dan bersama rekannya Gerard Pique, mereka memiliki kecenderungan memegang bola terlalu lama," kata Venables kepada The Sun.
"Tak ada yang salah dengan itu karena mereka kompeten dengan bola. Tapi terkadang mereka menyentuh bola satu atau dua kali lebih banyak dan hal itu menimbulkan risiko. Bersama bek kanan Sergio Ramos, saya percaya mereka bisa membuat kesalahan."
Venables juga mengatakan, "Hal ini tidak menjadi masalah saat melawan Jerman karena Jerman bermain bertahan. Tapi jika Belanda keluar menekan, Belanda mungkin akan mendapatkan 'hadiah' dari kesalahan Spanyol," lanjut Venables.
Selain sering memegang bola terlalu lama, Puyol juga mulai kehilangan kecepatannya. Ia kerap kalah beradu lari dengan para penyerang lawan. Usia menjadi penyebab utama menurunnya performa Puyol. Kapten "Azulgrana" itu sadar akan hal ini dan ia mempertimbangkan untuk pensiun dari "La Furia Roja" setelah pulang dari Afrika Selatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar