Senin, 12 Juli 2010

Saat Final, Transportasi Bisa Kacau

Suasana Bandara OR Tambo di Johannesburg. Bandara ini akan sangat sibuk pada Minggu (11/7/2010) saat final Piala Dunia 2010.

JOHANNESBURG, — Transportasi udara dan darat menjelang dan saat final Piala Dunia 2010, Minggu (11/7/2010), dikhawatirkan akan kacau. Kepadatan lalu lintas di darat dan udara bisa membuat banyak suporter kembali dibuat kecewa karena tak bisa menuju Stadion Soccer City, tempat partai final, pada waktunya.

Sebenarnya, panitia sudah menyediakan bus selama Piala Dunia. Namun, bus kebanyakan untuk media atau ofisial yang punya akreditasi. Adapun orang umum sebagian besar menyewa mobil karena taksi dan bus umum di Afrika Selatan dianggap tak aman.

Adapun transportasi udara sempat lancar. Namun, pada partai semifinal antara Spanyol dan Jerman di Stadion Moses Mabhida, Durban, sempat terjadi kekacauan. Tiba-tiba, Bandara King Shaka di Durban penuh. Akibatnya, banyak penerbangan dari semua negara Afsel ditunda.

Ratusan, bahkan ribuan, suporter yang akan menyaksikan pertandingan Spanyol dan Jerman itu pun tertahan di bandara di Johannesburg, Cape Town, dan daerah lain. Mereka akhirnya tak bisa menonton pertandingan itu. Wajar, pada partai Spanyol lawan Jerman yang berakhir 1-0 itu banyak kursi yang kosong karena pemiliknya tak bisa mencapai Durban sesuai jadwal.

Menurut beberapa media massa, petugas Bandara King Shaka kewalahan mengatur pesawat yang datang. Bahkan, tempat parkir pesawat sudah penuh sehingga pesawat yang sudah mendekati bandara itu terpaksa diminta memutar dulu. Pesawat lain yang belum terbang dipaksa menunda keberangkatan.

Sementara itu, ratusan penjemput di Bandara King Shaka sampai menunggu berjam-jam. Mereka bahkan sempat marah-marah setelah mendengar pengumuman penundaan beberapa pesawat.

Diberitakan, banyak pesawat VIP yang datang ke King Shaka. Mereka rata-rata datang secara mendadak dan mengalahkan jatah pesawat reguler yang sudah terjadwal.

Pengalaman Durban itu menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, baru partai semifinal saja, bandara di Durban sudah penuh pesawat hingga menunda beberapa pesawat. Apalagi partai final nanti, kemungkinan Stadion OR Tambo di Johannesburg akan semakin padat. Sangat mungkin pula akan terjadi penundaan penerbangan dari kota lain di Afsel yang menuju OR Tambo.

Selain itu, jalan darat ke Stadion Soccer City sudah pasti akan sangat padat dan macet. Pasalnya, akan terjadi ledakan massa menuju ke stadion itu untuk menjadi saksi sejarah final Piala Dunia 2010.

Pada hari-hari biasa saja, jika jam pulang kerja, maka jalan menuju Johannesburg atau ke arah Stadion Soccer City sering macet, apalagi nanti pada partai final.

"Harus datang jauh lebih awal jika ingin mencapai Stadion Soccer City nanti. Soalnya jalanan pasti akan sangat padat," kata seorang sopir mobil sewaan, Chris.

Panitia memang sudah menyediakan beberapa fan fest buat mereka yang tak punya tiket. Namun, hampir pasti, banyak suporter tak bertiket yang ingin juga ke Stadion Soccer City. Setidaknya, mereka ingin merayakan bersama partai terakhir Piala Dunia 2010.

Begitu juga banyak orang penting yang akan datang ke stadion itu. Artinya, Bandara OR Tambo akan penuh dengan pesawat. Mereka yang datang mendadak kemungkinan akan terlambat atau terkena penundaan pesawat, seperti halnya partai semifinal antara Spanyol dan Jerman. Belum lagi, dari bandara mereka masih harus lewat jalan darat yang dalam situasi normal saja ditempuh dalam 1 jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar